A. Perilaku Menyimpang
1. Jelaskan disertai contoh, apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang!
-Perilaku menyimpang, menurut James vander Zanden, merupkan perilaku yang dianggap sebagai perbuatan tercela yang sudah tidak dapat lagi di toleransi masyarakat kebanyakan contohnya: berselingkuh melanggar norma kesusilaan, berbicara kotor melanggar norma kesopanan, pembunuhan melanggar norma hukum.
2. Jelaskan disertai contoh, penyimpangan perilaku sosial yang tidak melanggar norma-norma sosial!
-Penyimpangan perilaku sosial yang tidak melanggar norma-norma yaitu perilaku yang dianggap menyimpang dari kebiasaan masyarakat tetapi masih dapat diitoleransi masyarakat dengan konsekuensi sosial, misalnya mengecat rambut, menindik telinga dan lidah, perempuan yang tomboy, dan pria yang feminim dan lembut.
3. Jelaskan disertai contoh, teori pergaulan berbeda menurut Edwin H. Sutherland!
-Menurut Edwin H. Sutherland perilaku menyimpang bersumber pada pergaulan yang berbeda. Yaitu penyimpangan dipelajari melalui proses belajar yang disebut alih budaya. Dan melaluia proses belajar itulah seseorang mempelajari sub-kebudayaan menyimpang (deviance sub-cultur)
Contohnya seorang pemuda yang sebelumnya bukan pemabuk atau pecandu narkoba menjadi
pemabuk dan pecandu narkoba setelah dan karena ia bergaul dengan teman sepermainannya
yang gemar minum minuman keras dan menengggak narkoba.
4. Jelaskan disertai contoh, teori labelling Edwin M. Lemert!
-Menurut Lemert, perilaku menyimpang seseorang dikarenakan oleh prsoes labelling; pemberian cap atau stigmatisasi kepada seseorang sebagai penjahat. Mula-mula seseorang melakukan penyimpangan rimer atau berifat sementara (misalnya: pencurian, penipuan dan pelanggaran susila). Orang yang melakukan perilaku menyimpang lalu dicap sebagai penipu, pencuri, pemerkorsa, nakal dan gila. Sebagai tanggapan atas stigmatisasi itu, orang yang semula hanya melakukan penyimpangan primer lalu melakukan penyimpangan sekunder (secara terus menerus), contohnya penjahat kambuhan yang menjadikan kriminalitas sebagai mata pencaharian karena di sel penjara dia diperlakukan sebagai manusia bejat yang sulit diperbaiki.
5. Jelaskan disertai contoh, teori konflik dan fungsionalisme!
- (Konflik)Menurut para penganut teori konflik yang dipelopori Karl Marx, norma hukum merupakan cermni kepentingan kelas yang berkuasa. Sistem peradilan juga merupakan perpanjangan tangan kepentingan mereka. Contohnya banyak pejabat dan pengusaha besar melakukan korupsi tetapi tidak tersentuh hukum, melainkan banyak orang miskin yang dijebloskan penjara karena berbuat jahat.
- (Fungsionalisme)Menurut Emile Durkheim, manusia memiliki watak jahat dan kejahatan akan selalu ada. Kejahatan justru diperlukan masyarakat untuk menguji efektifitas moral dan hukum agar berfungsi normal. Contohnya adanya korupsi di Indonesia dapat dipergunakan untuk menguji keefektifitasan KPK dalam mengatasi permasalahan korupasi di Indonesia
6. Jelaskan disertai contoh perilaku menyimpang hasil sosialisasi tidak sempurna!
-Yaitu perilaku menyimpang akibat dari peran sosialisasi yang tidak sempurna, contohnya disini adalah anak dengan broken home, mereka mengalami kesulitan membatinkan nilai-nilai dan norma-norma sosial karena krisis keteladanan orang tua. Sosialisasi tidak sempurna lalu menghasilkan anak-anak dengan kepribadian bermasalah.
B. Pengendalian Sosial
1. Jelaskan disertai contoh, pengertian pengendalian sosial!
- Menurut Joseph S. Roucek, pengedalian sosial adalah segala proses, baik direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan norma-norma sosial. Contohnya: penyuluhan bahaya narkkoba pada anak SMA, gerakan emansipasi wanita untuk mencegah terjadinya KDRT, razia banci dan PSK oleh polisi dll.
2. Jelaskan disertai contoh pengendalian sosial preventif dan represif!
- Preventif: adalah segala bentuk pencegahan(sebelum penyimpangan) perilaku menyimpang. Contohnya: penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan napza di sekolah-sekolah, kampanye untuk mencegah terjadinya KDRT yang dilakukan oleh aktivis Koalisi Perempuan.
- Represif: adalah penendalian yang bertujauan untuk mengatasi setelah terjadinya perilaku penyimpangan misalnya: polisi menggerebek tempat-tempat maksiat, polisi merazia pusat penjualan film porno, polisi menangkap gembong narkoba.
3. Jelaskan disertai contoh pengendalian persuasif dan koersif!
- Persuasif: artinya proses pengendalian tanpa adanya kekerasan dan biasanya dilakukan di lingkungan yang relatif aman, misalnya musyawarah antar warga kampung untuk mencegah terjadinya tawuran antar warga.
- Koersif: artinya proses pengendalian dengan adanya kekerasan dan paksaan. Misalnya aparat yang membubarkan para demonstran anti PT Freeport yang berakhir dengan kericuhan dan kegiatan anarkis dengan banyaknya korban yang berjatuhan antara kedua belah pihak.
4. Jelaskan disertai contoh fungsi pengendalian sosial!
a. Untuk mempertebal keyakinan masyarakat akan pentingnya norma-norma sosial.
b. Memberikan imbalan kepada warga yang mematuhi norma-norma sosial.
c. Membiasakan rasa malu melanggar norma-norma sosial.
d. Mengembangkan rasa takut terkena sanksi atas pelanggaan norma-norma sosial
e. Menciptakan sistem penegakkan hukum contoh: kepolisisan, kejaksaan, kehakiman dll.
5. Jelaskan disertai contoh jenis-jenis lembaga pengendalian sosial!
- Lembaga pengendalian sosial terdiri dari: kepolisian, kejaksaan, kehakiman, lembaga adat, dan lembaga agama. Contoh peranannya dan bentuknya: Kepolisian bertugas melindungi dan mengayomi masyarakat dari pelanggaran hukum. Fungsi kepolisian adalah sebagai lembaga penyidik ketika terjadi pelanggaran hukum. Kejaksaan, Dari Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi Sampai Kejaksaan Agung berfungsi menyusun tuntutan hukum atas tindak pelanggaran hukum berdasarkan berkas hasil penyidikan polisi. Kehakiman, dari jajaran Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, sampai MA berfungsi untuk memvonis perkara hukum yang tuntutannya sudah dikerjakan lembaga kejaksaan.
C. Cara-Cara Pengendalian Sosial
1. Jelaskan disertai contoh pengendalian sosial oleh lembaga-lembaga formal!
-pengendalian dilakukan secara formal, dapat berupa sekolah atau instansi tertentu yang menerapkan pengendalian sosial, misalnya dengan hukuman fisik atau hukuman penjara. Contohnya: Jika terlambat masuk sekolah subpamong menyuruh membantu bersih-bersih RT atau push up., tidak mengikuti ekstrakulikuler tanpa alasan (bolos) siswa dihukum berlari keliling lapangan 5 kali.
2. Jelaskan disertai contoh pengendalian sosial secara informal!
-biasanya dilakukan dengan menyebarkan gosip yang diharapkan dapat mengubah orang tersebut, pengucilan kepada orang yang dianggap memiliki perilaku yang membahayakan masyarakat, celaan terhadap pelanggaran norma-norma sosial ringan, ejekan untuk mereka yang tidak jera melanggar norma-norma sosial dengan sanksi ringan.
Kamis, 04 September 2008
Pengendalian Sosial dan Perilaku Menyimpang
Label:
norma,
pengendalian sosial,
perilaku menyimpang,
soal-soal,
sosial,
sosiologi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar